PENJELASAN TENTANG BULAN DJULHIJJAH (AMAL SHOLEH 10 HARI PERTAMA DI BULAN DJULHIJJAH DAN PUASA TGL 9 DJULHIJJAH/PUASA ARAFAH)

Oleh: Ustadz Abdul Hasib Hasan

Dan ketahuilah bahwa Alloh bersama dengan orang-orang yang bertaqwa (yang Tho’at)”. Ungkapan “orang-orang yang bertaqwa” itu diungkapkan dengan isim fail bukan dengan fiil. Kalau fiil dia belum menunjukkan sifat yang permanen ketaqwaannya. Sedangkan dengan isim fail itu sudah pernanen, jadi ketaqwaannya itu sudah menjadi watak dan akhlaknya.

Alloh bersama orang yang seperti ini. Jadi ketaqwaan itu sudah melekat pada dirinya, kalau diungkapkan dengan fiil maka itu masih fluktuatif, taqwanya kadang-kadang taqwa kadang-kadang tidak. Ma’iyatulloh, kedekatan Alloh, pertolongan Alloh itu diberikan kepada orang yang ketaqwaannya itu sudah stabil terus menerus. Maka diungkapkannya dengan Muttaqin, isim fail. Ketahuilah bahwa Alloh bersama orang-orang yang bertaqwa dan ditekankan sekali peningkatan ketaqwaannya itu pada sepuluh hari yang pertama di bulan Dzulhijjah ini. Ayat ini berupa anjuran untuk melakukan ketaqwaan, ketaatan.

Walaupun pada ashurul hurum ini peningkatan ketaqwaan dan ketaatan ditekankan. Lebih ditekankan lagi pada “Al Ashrul Awwal Min Dzilhijjah ” (10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah). Ketika kita beramal sholeh pada hari-hari itu maka amal sholeh tersebut tidak bisa disamakan dengan amal sholeh apapun. Ada disebutkan dalam hadist yang sangat kuat ketika menafsirkan surat Al-Fajr. Pada 3 ayat pertama Alloh menyebutkan tentang sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Dalam hadist riwayat Imam Bukhori dalam kumpulan shohih Bukhori dikatakan “Tiada ada amal sholeh yang lebih dicintai oleh Alloh SWT daripada amal sholeh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ” . Sampai sahabat penasaran. Ada diantaranya yang bertanya , ” Tidak pula jihad fisabilillah”, maksudnya apakah jihad fisabilillah yang dilakukan di bulan lain tidak bisa menyamai amal sholeh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.Kecuali orang yang keluar berjihad membawa hartanya yang banyak dengan jiwa raganya sendiri kemudian mati syahid tidak kembali. Ini baru bisa sama. Peluang 10 hari pertama ini sangat mahal.

Dalam hadist ini yang ditekankan adalah amal sholeh. Maksudnya adalah amal sholeh dalan bentuk apapun. Bahkan di surat Al-Fajr, Alloh SWT sampai bersumpah, ayat yang pertama , ” Demi waktu Fajr”, waktu shubuh sebagian ulama mengatakan wal fajr ini diantaranya fajr pada hari-hari yang sepuluh itu .”Dan malam-malamnya yang sepuluh”. “Dan yang genap dan juga yang witr”. Ada yang mengatakan bahwa semua yang genap itu (2,4,6,8,10) witrnya itu (1,3,5,7,9). Ada yang mengatakan bahwa Assyafa’ itu genap yang terakhir, karena waktu itu sangat ditekankan untuk menyembelih.

“Dan tidak ada perbuatan yang paling dicintati oleh alloh SWT pada tanggal 10 Dzulhijjah daripada menyembelih dan sesungguhnya pahalanya sudah sampai kepada Alloh sebelum tetesan-tetesan darahnya itu menyentuh tanah”.

Jadi begitu cepatnya sampainya, ketika kambing disembelih tetesan darahnya belum sampai ketanah nilai pahalanya sudah sampai sepenuhnya kepada Alloh SWT. Ini tanggal 10nya. Jadi sekali lagi tidak ada perbuatan yang paling baik daripada menyembelih kurban. Oleh karena itu ditekankannya pada tanggal 10, walaupun boleh juga hari-hari tasyrik sesudah itu. Ini genapnya
Sedangkan Witrnya secara khusus ada hadist Rosululloh yang mengatakan bahwa “Bahwa puasa ‘arofah (tanggal 9 Dzulhijjah) itu dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan menghapus dosa setahun sesudahnya ” Kalau dalam Fiqhus sunnah disebutkan bahwa sepuluh hari dimana amal sholeh itu ditekankan termasuk diantaranya puasa . Oleh karena itu sebagian berpuasanya dari tanggal 1 yang ditekankan sekali pada tanggal 9, tetapi kalu kita lihat hadist riwayat Bukhori tadi bahwa dari tanggal 1 sampai tanggal 10 itu diutamakan berbagai bentuk amal sholeh. Salah satunya diantaranya puasa . Tanggal sembilannya ditekankan puasa Arofah dan tanggal sepuluhnya ditekankan “udhhia” (Berkurban). Sampai dalam hadist dikatakan , “Barang siapa yang mempunyai keluasan rezeki tetapi dia tidak menyembelih maka jangan mendekati tempat Sholat kami”.

Kata rosululloh. Ini ancaman buat orang-orang yang punya, yang dalam surat Al-kautsar disebutkan bahwa itu merupakan perwujudan syukur nikmat. “Sesungguhnya kami telah memberikan nikmat yang begitu banyak kepada kamu dan sholatlah karena Alloh dan berqurbanlah”. Ini ketaqwaan yang dituntut oleh Alloh Swt. Kalau tadi pada Surat At-taubah ayat 36 dikatakan “Bahwa Alloh bersama dengan orang-orang bertaqwa”, diantaranya nanti Ma’iyatunnasr, Ma’iyatul Mahabbah, Ma’iyatul Ta’yid, kebersamaan Alloh disini kebersamaan dalam arti Alloh cinta kepadanya, kebersamaan dalam artian alloh memberikan dukungannya, kebersamaan dalam artian Alloh memberikan pertolongannya .

Ketahuilah bahwa pertolongan, cinta, dan bantuan Alloh diberikan kepada orang-orang yang bertaqwa. Untuk meraih ketaqwaan itu ditekankan lagi bahwa amal sholeh itu pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah sampai dalam hadist dikatakan ” Tidak ada hari-hari dimana amal sholeh itu lebih dicintai ketimbang hari-hari yang kesepuluh itu”, jadi tidak ada amal-amal yang paling dicintai oleh Alloh daripada amal-amal sholeh yang dilakukan pada 10 hari pertama. Sahabat bertanya “tidak juga jihad fisabilillah yang dilakukan pada bulan-bulan yanglain.” Kata Rosululloh ” Tidak juga bisa disamakan sekalipun dengan Jihad fisabilillah, kecuali orang yang keluar dengan jiwa raganya dan hartanya kemudian sedikitpun tidak ada yang kembali lagi, kalau masih ada yang kembali berarti belum sama , jadi kalau dia keluar kemudian tidak ada yang kembali, hanya kembali namanya saja alias sudah gugur, kalau masih ada yang kembali hartanya berarti belum sama, apalagi kembali orang dan hartanya sekalipun dia sudah jihad “.
Hendaknya peluang ini jangan sampai kita lewatkan. Marilah kita beramal sholeh dibulan-bulan yang dimuliakan Alloh baik beramal soleh dilingkungan keluarga kita sendiri. Bagaimana kita bisa beramal sholeh bersama-sama anak kita, bersama istri kita, bersama orang tua kita, bersama mertua kita, bersama saudara kita atau pun beramal sholeh dilingkungan kita. Sebab ketika kita beramal sholeh dengan keluarga dan lingkungan nilainya dua. Nilai amal sholeh itu sendiri dan juga nilai shilah nilai mempererat hubungan silaturrohim. Baik nanti amal sholehnya yang terkait dengan hablumminalloh (peningkatan ritual kita ) ataupun amal sholeh yang terkait dengan hablumminannas (peningkatan peran sosial kita ).Inilah Tiga hal yang Alloh SWT perintahkan terkait dengan ashurul hurum (Empat bulan yang dimuliaakn Alloh).

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s